Organisasi di Bawah Naungan PBB

Organisasi di Bawah Naungan PBB – Ketika kita sekolah dulu, kita banyak belajar tentang negara-negara di dunia termasuk pelajaran tentang PBB. Apakah sebenarnya PBB itu? Mungkin, semua orang tidak asing lagi dengan istilah PBB.

PBB adalah singkatan dari Perserikatan Bangsa Bangsa atau dalam bahasa inggris disebut United Nations. Jadi, PBB sebenarnya merupakan organisasi internation terbesar di dunia yang beranggotakan negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia sendiri. Kenapa PBB itu dibentuk? Tentunya, ada alasan penting mengapa PBB ini ada dan apa tujuan dari organisasi ini. Terdapat juga organisasi dibawah PBB yang menangani persoalan tertentu.

Jadi, tujuan utama dari PBB dibentuk adalah untuk mencari solusi berbagai masalah yang ada didunia ini agar bisa bersama-sama diatasi termasuk masalah lingkungan, keamanan, hak asasi manusia, kesehatan, ekonomi, dan sebagainya.

Disini, negara-negara anggota PBB bekerja sama dalam mengatasi semua masalah yang ada didunia agar tercipta kehidupan yang damai dan harmonis serta menjadi masyarakat yang lebih modern dan berpendidikan. Tapi, kamu juga harus tahu beberapa organisasi dibawah PBB yang memiliki fungsi dan tugasnya masing masing. premium303

Berikut adalah beberapa organisasi dibawah PBB yang mungkin perlu kamu ketahui:

1. FAO

Organisasi di Bawah Naungan PBB

Disingkat dari arti dalam bahasa inggris, FAO adalah kepanjangan dari Food and Agriculture Organization atau yang kita kenal denga Organisasi Pangan dan Pertanian. Sesuai dengan sebutannya, organisasi PBB ini bertujuan untuk mengatasi masalah pangan dan pertanian dunia agar penduduk dunia jauh dari kelaparan dan kekurangan gizi.

FAO sendiri memiliki tugas dalam meningkatkan produksi dan mengatasi semua masalah pertanian dan pangan termasuk dalam proses dan pendistribusiannya. Organsasi FAO memiliki kantor pusat di negara Roma yang awalnya dibentuk di Kanada. Inti dari dibentuknya organisasi FAO ini adalah untuk membantu masyarakat dalam pertanian sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera tanpa adanya kelaparan meskipun saat ini masih banyak penduduk dunia yang masih kelaparan.

Setidaknya, FAO telah membantu banyak negara-negara didunia sehingga menjadi negara yang berkembang dalam urusan pertanian dan pangan. FAO sebenarnya memiliki 4 tugas pokok diantaranya:

1. Memberikan informasi tentang perikanan, pangan, perhutanan, dan nutrisi

2. Menyusun kebijakan tentang masalah pertanian dan pangan

3. Memberi masukan kepada pemerintah negara

4. Dan memberikan bantuan pembangunan kepada negara yang membutuhkan agar lebh berkembang.

2. IAEA

Organisasi dibawah PBB selanjutnya adalah IAEA singkatan dari International Atomic Energy Agency. Dalam bahasa kita, organisasi ini disebut dengan Badan Tenaga Atom International. IAEA sendiri berbasi di kota Wina Austria. Awalnya, IAEA dibentuk pada tahun 1957 yang memiliki tujuan utama dalam mempromosikan penggunaan nuklir secara bijak dan aman.

IAEA juga memiliki tugas dalam mengawasi penggunaan energi nuklir untuk mliter. Sasaran utama dari organisasi bukanlah masyarakat kecil, melainkan pemerintahan negara-negara yang berusaha untuk memanfaatkan energi nuklir untuk urusan yang membahayakan.

Jadi, IAEA dibentuk untuk membatasi penggunanan energi nuklir untuk tujuan perang. Saat ini, IAEA dipimpin oleh Yukiya Amano. Sebelumnya, organisasi ini dipimpin oleh Mahammed ELBaradei yang juga mendapatkan nobel perdamaian karena usahanya dalam mengatasi permasalahan penggunaan nuklir.

3. ILO

Selanjutnya, ada ILO yang juga menjadi organisasi dibawah PBB. ILO singkatan dari International Labour Organization atau Organisasi Buruh Internation. Tujuan dari dibentuknya ILO adalah untuk mengatasi masalah buruh dan tenaga kerja diseluruh dunia. Awalnya, ILO dibentuk pada tahun 1919 dan berada dibawah naungan LBB saat perang dunia pertama.

Karane LBB telah bubar, maka ILO sekarang berada dibawah naungan PBB setelah perang dunia kedua hingga saat ini. ILO juga pernah mendapatkan perhargaan atau nobel perdamaian pada tahun 1969. Saat ini, organisasi ILO dipimpin oleh Juan Somavia. Dalam tugasnya, ILO memberikan solusi dalam mengatasi masalah buruh internasional agar para buruh dalam aman dalam bekerja dan juga mendapatknya hak atau gaji yang sesuai.

ILO memastikan kebutuhan perempuan dan laki-laki yang bekerja dengan menyatukan pemerintah, pengusaha dan pekerja untuk menetapkan standar tenaga kerja, mengembangkan kebijakan dan menyusun program. Struktur utama ILO, di mana pekerja dan pengusaha bersama-sama memiliki suara yang sama dengan pemerintah dalam musyawarahnya, menunjukkan dialog sosial dalam aksi.

Ini memastikan bahwa pandangan mitra sosial tercermin erat dalam standar, kebijakan, dan program perburuhan ILO. ILO mendorong tripartisme ini dalam konstituennya – pengusaha, pekerja dan negara-negara anggota, dengan mempromosikan dialog sosial antara serikat pekerja dan pengusaha dalam merumuskan, dan jika perlu, menerapkan kebijakan nasional tentang masalah sosial, ekonomi, dan banyak masalah lainnya.

4. IMF

Organisasi di Bawah Naungan PBB

IMF dikenal dengan Dana Moneter Internasional yang juga merupakan organisasi dibawah PBB. Sesuai dengan sebutannya, IMF bekerja dalam bidang keuangan. Dalam hal ini, IMF dibentuk untuk membantu mengatur sistem keuangan diseluruh dunia. Negara-negara anggota PBB juga bisa mendapatkan bantuan pinjaman keuangan dari IMF dalam jumlah besar dalam upaya mengatasi masalah ekonomi dalam suatu negara.

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mendapatkan bantuan pinjaman keuangan hingga triliunan rupiah. Misi utama dari IMF yaitu membantu negara anggota dalam mengatasi masalah keuangan negara. Akan tetapi, negara yang mendapatkan bantuan tersebut harus menerapkan kebijakan ekonomi sesuai dengan aturan IMF. Namun demikian, tidak semua anggota masuk dalam anggota IMF. Beberapa negara yang tidak masuk dalam IMF diantaranya adalah Andora, Nauru, Monaco, Andora, dan Korea Utara.

5. IMO

MO atau kepanjangan dari International Maritime Organization dalam bahasa indonesia disebut sebagai Organisasi Maritim Internasional merupakan sebuah organisasi dibawah PBB yang bertujuan untuk menangani masalah kemaritiman internasional. Kantor pusat dari IMO ada di London dan sudah dibentuk sejak tahun 1958. Dalam fungsinya, IMO berperan penting dalam menjaga lingkungan laut, industri pelayaran, dan keselamatan maritim dunia.

Berkat dibentuknya IMO, masyarakat diajarkan bagaimana cara menjaga kelestarian laut sehingga laut internasional tetap terjaga demi kelangsungan hidup biota laut. IMO juga memiliki peran dalam kebersihan air laut dan menjaga laut dari sampah-sampah. Karena masih dalam naungan PBB, kinerja IMO selalu ditinjau oleh anggota-anggota PBB.

6. UNCHR

UNCHR adalah singkatan dari United Nations Commisions on Human Rights atau dalam bahasa kita disebut dengan Komisi Persatuan Hak Asasi Manusia. UNCHR sendiri masih berada dalam naungan PBB dan memiliki tugas mengatasi masalah hak asasi manusia. Organisasi ini juga masih berada dibawah ECOSOC dalam ruang lingkup organisasi PBB.

Semua masalah yang berkaitan dengan hak asasi akan dibahas dalam forum UNCHR sehingga dapat menemukan solusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat dunia yang damai, adil, dan makmur. Semua kasus yang berkaitan dengan hak asasi manusia akan diperhatikan oleh organisasi ini khususnya bagi anggota-anggota PBB lainnya.

7. UNICEF

UNICEF adalah singkatan dari United Nations Children’s Fund atau Badan PBB untuk Anak-anak. UNICEF memperluas ruang lingkup kegiatannya pada tahun 1960-an untuk memasukkan advokasi dan memajukan hak anak atas pendidikan, perawatan kesehatan, dan nutrisi. UNICEF memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1965.

UNICEF akhirnya memperluas cakupannya ke perjuangan perempuan, terutama para ibu, di negara berkembang. Misalnya, ia meluncurkan ‘Program Perempuan dalam Pembangunan’ pada tahun 1980. Pada tahun 1982, UNICEF memulai program kesehatan anak-anak baru yang berfokus pada pemantauan pertumbuhan, terapi rehidrasi oral, advokasi menyusui, dan imunisasi. Pada tahun 1989, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak-Hak Anak, yang digunakan UNICEF sebagai pedoman untuk program-programnya.

Back to top